ALDO ARESSA

MIMPI…YAKIN…DOA…AKSI…..

Kategori: Uncategorized

WHO WANTS TO BE A PUBLIC SPEAKER Batch 4

sda|sl|13112012|22.34

Pelatihan WHO WANTS TO BE A PUBLIC SPEAKER Batch 4

Sabtu dan Minggu, 8 dan 9 Desember 2012
Pukul 08.00 – 17.00 wib
Hotel Oval, Jl. Diponegoro 23 Surabaya

Trainers :
1. DHONY FIRMANSYAH – Konsultan Slide Nasional & BioMotivator
2. ALDO ARESSA – Aktor & Pakar Komunikasi Efektif
3. ELITA TANDY – Psikolog & Hipnoterapis

Fasilitas : training kit, CD materi, sertifikat, free coaching via online, lunch, dan coffee break.

PELATIHAN PUBLIC SPEAKING 2 HARI YANG ISTIMEWA DAN BENAR-BENAR BERBEDA !

Iklan

SAYA TIDAK TERIKAT WAKTU

Sabtu siang, 10 November 2012, sekitar pukul 14.10 wib saya ketemuan sama dua teman yang malam sebelumnya telah android saya. Saya bertemu mereka di Java Moccha TP Surabaya. Mereka berdua adalah pria-pria dinamis yang memandang hidup sebagai sebuah pengalaman yang menantang dan mengasyikkan. Sebut saja nama mereka Bram dan Lucky. “Wew…makin guaantheng ae Cak Aldo iki. Onok proyek opo saiki ? Ada syuting tah ?” tanya Bram. Saya menggeleng dan langsung memanggil pelayannya. “Siang Pak, koq sudah lama gak ke sini ?” sapa sang pelayan ramah. Kontan si Bram menyahut, “Loh, koq sudah kenal ?” Sang pelayan mengatakan bahwa saya sering datang ke kafe ini, “dan yang jelas dandanan Pak Aldo ini beda,” lanjut sang pelayan. Kami bertiga tertawa. Kemudian saya pesan menu favorit saya, yaitu kue resoles dan minuman dingin Banana Coffee. Saya lihat menu Bram adalah Sop Buntut dan minuman Ice Coffee, sedang si Lucky hanya pesan pancake dan fruitpunch.

Sebenarnya saya kenal mereka dari tempat bekerja saya, IST, sebuah perusahaan telekomunikasi ternama di negeri ini. Mereka adalah para klien yang saya tangani ketika saya bekerja sebagai Sales Supervisor di IST Balikpapan. Ya, saya mengenal mereka di Balikpapan. Bram menjabat sebagai Branch Manager sebuah perusahaan asuransi keuangan di Balikpapan, sedang Lucky adalah seorang staf IT di sebuah perusahaan konsultasi IT, juga di Balikpapan. Ceritanya mereka ke Surabaya ini karena cuti, jadi pengen liburan saja. Dan karena kami sudah akrab, maka si Bram android saya mengajak ketemuan. “Wah, Aldo…Lu sekarang sudah plong donk, dah balik lagi ke kota asal,” komentar Lucky. “Ya, tentu saya senang. Saya balik ke sini Hari Minggu, tanggal 17 Mei 2009,” timpal saya tertawa.
“Weee…ini neh yang gue suka dari Aldo, memorinya itu loh, Man !” Lucky berkelakar. Lucky memang asli orang Jakarta, makanya dia kalau bicara pakai bahasa lu-gue.

Lalu Lucky melanjutkan, “Gue pengen kayak Lu. Bisa balik ke kota asal ( Jakarta, red ) lagi, ketemu ma bini dan anak gue.”
“Nah, katamu sedang liburan, terus ngapain ke Surabaya, koq gak ke Jakarta ?” tanya saya. “Itu masalahnya Man, di sini bukan liburan murni. Minggu besok gue harus ke PIER, ada ketemu sama klien perusahaan. Bayangin, udah dua bulan gue gak ke Jakarta !” Kemudian saya teruskan pertanyaan saya, sampai kapan dia di Surabaya. “Sampai Selasa. Gue harus bolak balik Surabaya – Pasuruan,” jawabnya tak bersemangat. Bram yang sedari tadi cuma mendengarkan pembicaraan kami, menepuk pundak Lucky. “Itu mah biasa Bro, namanya juga orang kerja.” seloroh Bram. “Yap, aku setuju. Mestinya Kamu bersyukur Ky. Itu artinya Dirimu masih dibutuhkan sama perusahaan. Sementara banyak loh di luaran sana, orang-orang yang belum mendapatkan pekerjaan !” sahut saya.
“Iye…gue tau, tapi gue kan jadinya terikat waktu !” balas Lucky. “Maksud Kamu ?” tanya saya penasaran. Selanjutnya Lucky menjelaskan kalau dia masih menjadi karyawan, maka kehidupan dia tidak akan bebas semaunya. Selalu diperintah dan terikat waktu. Menurutnya, dia lebih suka bekerja dengan pemikiran yang penting produktivitas oke, waktu bebas lah, apalagi jika pekerjaan itu bisa dikerjakan di rumah. “Gue pengen jadi pengusaha. Gak terikat waktu, gak diperintah orang lain. Kapan pun gue mau kerja, ya kerja. Gue mau pulang, ya pulang,” katanya sembari membentangkan kedua tangannya. Weleh…weleh…weleh…distres neh orang ! Sesaat kemudian menu pesanan saya datang. Tiga resoles yang ukurannya jumbo dan Ice Banana Coffee. Saya tawarkan kepada mereka dan Bram mengambil satu resoles. Kemudian kami lanjutkan pembicaraan kami, terutama tentang topik keinginan si Lucky yang pengen jadi pengusaha alias enterpreneur…..

Kawan, apa benar jika sudah menjadi pengusaha atau enterpreneur tidak akan terikat waktu dan tidak akan diperintah oleh orang lain ? Mari kita telaah satu persatu.

1. Semuanya serba teratur. Alam diciptakan Tuhan dengan segala keteraturan yang ada. Termasuk di dalamnya soal waktu. Bintang-bintang dan planet-planet mengorbit pada lintasannya masing-masing dan sesuai dengan waktunya masing-masing. Bumi berotasi dalam sehari adalah 24 jam. Bumi berevolusi mengelilingi matahari dalam setahun rata-rata 365 hari. Saat kejadian gerhana matahari atau gerhana bulan, semuanya sudah ditetapkan waktunya. Coba bayangkan kalau seandainya alam semesta ini tidak diatur Tuhan dengan memperhitungkan waktunya masing-masing, kacau balau jadinya.
Nah, sekarang jika Anda menjadi seorang pengusaha, apa yakin Anda tidak terikat waktu untuk menjalankan roda bisnis Anda ? Untuk menaikkan omzet / pendapatan usaha, Anda harus bekerjasama dengan pihak lain, bukan ? Rapat membahas kerjasama Anda, saat kerjasama tersebut harus ditindaklanjuti, kemudian ada target waktu dan pendapatan, yang pada akhirnya ada waktu untuk mengevaluasi kerjasama tersebut. Bukankah semua itu berkorelasi dengan waktu ?
Jadi, gimana donk kalau Anda berpikir seorang pengusaha tidak terikat waktu ?

2. Di dunia ini ada dua tindakan…me- ( aktif ) dan di- ( pasif ).
Sebagai seorang pengusaha, tentunya Anda ingin mendapatkan penghasilan dan keuntungan dari produk yang Anda jual, bukan ? Anda melakukan promosi agar orang tertarik dan membeli produk Anda. Bahkan untuk meningkatkan kepercayaan orang akan produk dan mengulangi membeli produk tersebut, ada pengusaha yang membuat manuver-manuver / inovasi atas produk mereka. Ini semua mereka lakukan agar konsumen puas dengan produk yang dibeli. Artinya apa ? Tetap seorang pengusaha menerima ‘perintah’ dari konsumen, kan ? Ada kalanya kita memerintah, ada kalanya kita diperintah. Saat ini, saya dan kedua teman saya, bertindak sebagai orang yang ‘memerintah’ karena kami konsumen kafe tersebut. Namun, di saat lain kamilah yang ‘diperintah’ oleh konsumen karena kami sebagai penyedia barang / jasa yang dibutuhkan konsumen.
Jadi, meski Anda sebagai pengusaha yang memiliki karyawan, Anda tetap diperintah oleh orang lain, dalam hal ini konsumen dan permintaan pasar atas produk Anda.
Gimana donk kalau pengusaha tidak mau diperintah orang lain ?

3. Kredibilitas. Jika Anda menjadi seorang pengusaha, Anda pasti ingin mendapatkan kredibilitas dari pengguna produk Anda, kan ? Ada banyak hal yang membuat kredibilitas seseorang -termasuk pengusaha- diakui oleh konsumennya. Salahduanya adalah disiplin -termasuk soal waktu- dan kesanggupan pengusaha untuk memenuhi permintaan konsumen / pasar atas produk-produk mereka.

Jadi Kawan, apa pun profesi dan pekerjaan kita, tetaplah kita membutuhkan waktu alias terikat waktu untuk menjalankannya. Karena waktu jualah ( baca : disiplin ) yang membuat seseorang dipercaya rekan kerjanya. Dan tidak seorang pun dari profesi atau pekerjaan apa pun, yang terbebas dari perintah orang lain / permintaan pasar atas produk kita. Karena dengan adanya permintaan yang notabene adalah ‘perintah’ atas produk yang dijual oleh seorang pengusaha / karyawan / profesional, maka berbahagialah bahwa keberadaan Anda ( pengusaha / karyawan / profesional ) masih dibutuhkan dan dipercaya oleh rekan bisnis ( baca : konsumen ) Anda.
Jangan selalu diasumsikan bahwa kata ‘perintah’ berkonotasi “bossy”.

Bram tersenyum melihat saya berbicara. Saya melirik ke dia, “Kenapa, Bram ?” Dia mengangkat kedua jempol tangannya. Sementara Lucky menatap saya dan berkata, “Aldo…Aldo…Lu emang pas jadi motivator !”
Amien…itu yang sedang saya lakukan sekarang. Itu salahsatu mimpi saya. 😀
Saya pun meminum Ice Banana Coffee sampai habis tanpa jedah. Kerongkongan saya kering, Bro…..

sda|sn|12112012|02.58

SEMANGAT HARI PAHLAWAN

Wajah yang selalu dilumuri senyum
Legam tersengat terik matahari
Keperkasaannya tak memudar
Terbaca dari garis-garis di dagu

Waktu telah menggilas semuanya
Ia tinggal punya jiwa
Pengorbanan yang tak sia-sia
Untuk negeri yang dicintai, dikasihi

Wajah yang tak pernah mengeluh
Tegar dalam sikap sempurna
Pantang menyerah

Tangan dan kaki rela kau serahkan
Darah…keringat…rela kau cucurkan
Bukan hanya untuk ukir namamu
Ikhlas demi langit bumi
Bersumpah mempertahankan setiap jengkal tanah
Merah merdeka…
Putih merdeka…
Warna merdekaaa…..

EBIET G. ADE | SERAUT WAJAH | PRODUKSI 1992

sda|sb|10112012|00.06

BERMAIN LUDRUK ? IHHH…..

Saya ingat betul, waktu itu Hari Rabu, tanggal 25 Mei 2011. Saya sedang membawakan sebuah Program Sparkling Smart Surabaya Edisi Khusus Ulang Tahun Kota Surabaya yang ke-718 di Radio Smart FM Surabaya. Ya, saya sebagai host di program itu bersama duet host saya, Didi Cahya. Saat itu Smart FM baru berumur tiga bulan dan radio ini bertekad untuk menggali kearifan lokal budaya Jawa Timur, khususnya Surabaya.  Dan saat HUT Surabaya ke-718 itulah, Smart FM menggelar “Kampoeng Soerobojo-an” yang tentu saja menampilkan berbagai komunitas, jajanan pasar, budaya, dan kesenian tradisional khas Surabaya. Ada Komunitas Roodebrug Soerabaia, Sjarikat Poesaka Soerabaia, Best Friends Project, Kesenian Tandhak Bedhes, hingga Kesenian Tradisional Masyarakat Surabaya, yaitu Ludruk.

Saat itu Smart FM Surabaya mengundang Ludruk ‘Gaul’ Sempalan Surabaya ( LSS ). Seminggu sebelum pentas, saya bertemu dengan seorang pria muda yang namanya HDK di lantai dua di Smart FM Surabaya. Ternyata dia adalah penulis skenario sekaligus kontributor berita untuk LSS. Kami berbincang-bincang dan saya bertanya padanya, “Sampean ini penulis skenario setiap LSS tampil gitu ?” HDK menjawab tidak selalu dia yang menulisnya, tapi sebagian besar naskah dia yang bikin. Dia bercerita sedikit ikhwal dirinya. Bahwa sejak kecil dia memang menyukai ludruk. Bahkan kesukaan HDK pada ludruk mendapat tentangan dari bapaknya. Tapi HDK kecil bertekad keras untuk menekuni dunia kesenian ludruk ini karena dia berkeinginan mengembangkan ludruk tidak hanya berskala lokal Surabaya, tapi menasional. Bahkan dia sempat berujar, “Saya ingin ludruk itu bisa tampil di Suriname karena di sana kan banyak orang Jawa.”

Pas tanggal 25 Mei 2011, tampillah LSS di Program Sparkling Smart Surabaya. LSS tampil lima segmen di program yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 22.00 wib itu. Kelima segmen itu diisi dengan tema dan cerita yang berbeda-beda. Karena program tersebut memperingati HUT Kota Surabaya ke-718 dan dihadiri oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, maka kelima tema yang diangkat pun bercerita tentang Surabaya dan kehidupannya. Dimainkan oleh para dedengkot LSS, di antaranya ada KTT, TTE, dan PNC, maka pertunjukan LSS sangat menghibur dan bikin segar suasana. Terasa Program Sparkling Smart Surabaya sangat meriah dengan hadirnya LSS.

Di sela-sela saya rehat sebagai host dan menyaksikan pentas LSS, datanglah seorang pria mendekati saya dan berkata, “Ayo Mas Aldo, ikut gabung dengan LSS. Jangan hanya berani jadi host. Sekali-kali terima tantangan sebagai pemain ludruk. Pasti nanti dikasih peran-peran ksatria soale awake gedhe dhukur !” Saya melihat pria itu dan memperkenalkan diri -meskipun pria itu sudah tahu nama saya- dan nama pria itu adalah ASH, selaku pimpinan LSS. Dalam hati saya berpikir, “Hmmm…tawaran yang menarik. Kenapa gak ?” Saya melihat ke Didi Cahya dan memberi kode minta tanggapan dia soal tawaran Pak ASH. Didi cuma bilang singkat, “Aku loh gak isok ngludruk !”

Singkat cerita, akhirnya pada Hari Kamis, 22 November 2011 saya datang ke tempat latihan LSS di Gedung Srimulat, THR Surabaya. Waktu itu saya langsung disambut oleh Pak ASH. Melihat kedatangan saya, beberapa pemain LSS tampak surprise. Mereka berpikir, apa iya saya serius mau bergabung dengan LSS ? Lalu Pak ASH mengenalkan saya dengan Mbak RRK. Saat itu Mbak RRK bertindak sebagai sutradara lakon “Sawunggaling” yang akan dipentaskan LSS di Gedung Srimulat, THR Surabaya pada Hari Sabtu, 26 November 2011. Dengan mepetnya waktu, Mbak RRK tanya kepada saya, “Mas Aldo bisa bicara logat Madura ? Soalnya kita butuh karakter Patih Cakraningrat yang berasal dari Madura. Calon pemain sebelumnya mengundurkan diri karena alasan tertentu.” Mendengar tawaran itu, saya langsung bilang, “Bisa !”
Walau saya bukan orang Madura, tapi karena saya tinggal di Surabaya dan banyak orang Madura di Surabaya, yaaa…saya pasti pernah dengarlah mereka berbicara dengan sesamanya.

Tibalah waktunya, Hari Sabtu, tanggal 26 November 2011 LSS pentas di THR Surabaya dengan Lakon “Sawunggaling”. Ini pengalaman pertama saya bermain ludruk di atas panggung dan ditonton oleh umum. Awalnya para personal LSS yang sudah terbiasa tampil bermain ludruk menyangsikan kemampuan saya. Wajar saja mereka berpendapat seperti itu, lha wong saya latihan cuma dua kali, tanggal 22 dan 24 November 2011. Sedangkan mereka berlatih sejak tiga bulan sebelumnya. Tentu Mbak RRK memberikan semangat kepada saya, walau dia sadar waktunya tidak cukup untuk berlatih. “Saya percaya Mas Aldo bisa !” ujarnya memberi semangat. Saya tersenyum bersemangat kepada Mbak RRK. Dalam hati saya berkata kalau main ludruk itu sama dengan akting dan saya sudah punya pengalaman akting sebelumnya di Sinetron Gang Hoky yang ditayangkan BCTV. Jadi, saya yakinkan saya pasti bisa !

Selesai pentas, Mbak RRK memberi ucapan selamat kepada saya. “Terimakasih Mas Aldo. Sukses. Suami saya bilang, ‘Hloh itu kan Mas Aldo yang di Smart FM toh ?’ Saya bilang iya. Dia bilang lagi, ‘Mas Aldo itu orangnya unik dan tadi penampilannya bagus sebagai Patih Cakraningrat, pas dengan posturnya.'” Saya senang karena performa saya dinilai bagus, tapi lebih senang lagi karena pementasan Sawunggaling sukses, terutama buat saya yang baru pertamakali main ludruk. 😉

Selanjutnya, setiap latihan LSS Hari Selasa malam, saya usahakan untuk ikut. Melihat saya rajin mengikuti latihan ini, beberapa teman LSS tanya kepada saya, “Mas Aldo kenapa mau bermain ludruk ? Bayarannya gak gede loh, Mas. Lagian penampilan Mas Aldo itu metro banget. Cassingnya Mas Aldo itu mahal. Apa Mas Aldo gak gengsi ? Ludruk itu kan kesenian buat orang bawah. Ludruk itu kan menjijikkan. Orangnya kasar-kasar, sedang Mas Aldo ajah ngomong kasar gak pernah.” Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Saya jelaskan kepada teman-teman LSS, kalau tujuan saya hanya cari duit di LSS, maka cukup sekali itu saja saya main ludruk. Jelas-jelas duitnya gak banyak. Sekali main cuma dibayar…-kasih tau gak yaaa…- yang tentu saja buat makan di resto gak cukup. Kalau saya berpikir bahwa ludruk itu kesenian kelas bawah dan menjijikkan, cukup saat itu saja saya bergabung bersama LSS. Bagi saya, ludruk tidak sekadar kesenian tradisional masyarakat Surabaya, tapi ludruk juga merupakan ajang pembelajaran banyak hal. Saya jadi tahu tentang kesenian ludruk itu sendiri, saya jadi tahu tentang lakon-lakon tradisional yang sering dipentaskan dalam kesenian ludruk, saya jadi banyak teman dan banyak channel, saya jadi tahu tokoh-tokoh seni tradisional, dan satu hal lagi, ludruk juga bagian dari seni teatrikal, dimana setiap pemain ludruk dituntut untuk meningkatkan kemampuan aktingnya agar hasilnya lebih optimal dan bisa dinikmati penonton. Jadi, saya juga bisa mendapatkan ilmu akting yang bermanfaat di sini !

Ketika saya sounding ke teman-teman saya nyoal saya main ludruk, reaksi mereka bermacam-macam. Ada yang cekikikan, ada yang heran alias gak percaya, bahkan ada yang komentar, “Gak salah neh, temen gue main ludruk ? Iiiihhh….!”
Dan saya timpalin, “Ciyus nyapah ?”
Mereka berpendapat rasanya gak cocok kalau saya main ludruk, sementara penampilan dan gaya hidup saya metroseksual. Yang biasa makan di kafe, resto, atau tempat-tempat yang menyenangkan lainnya. Ya, saya bersyukur karena selama ini saya bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan saya. Kalaupun saya dicap sebagai pria metroseksual, dandy, perlente, dan sejenisnya, itu bukan menjadi soal buat saya. Yaaahhh…itulah saya. Tapi dalam berkesenian, semua itu tidak ada korelasinya. Passion saya memang di dunia seni dan hiburan. Dan saya sudah tunjukkan kepada teman-teman LSS bahwa saya memang benar-benar menikmati bermain ludruk. Terbukti sudah dua kali saya tampil di lakon yang dipentaskan LSS. Yang pertama “Sawunggaling” dan yang kedua ” Roro Jonggrang Wajah Seribu Arca”. Mudah-mudahan saya juga akan bermain di lakon ketiga “Ujung Galuh” tentunya di pementasan berikutnya. Bukan begitu, Pak ASH ? 🙂

sda|mg|04112012|15.58

MENGAPA KILAT KADANG MENGHASILKAN BUNYI PETIR YANG MENGGELEGAR, KADANG HANYA GEMURUH GURUH ?

Sebuah kilat membelah udara dengan kecepatan luar biasa tinggi. Itu sebabnya ada istilah “secepat kilat.” Panas yang tiba-tiba menyeruak -sekitar puluhan ribu derajat- membuat udara di sekitar berubah menjadi putih terang. Dalam kejadian itu udara di sepanjang lintasan memuai pada kecepatan sangat tinggi, namun sesaat kemudian langsung menjadi dingin dan menyusut setelah kembali ke temperatur dan tekanan normal. Udara yang bergerak begitu tiba-tiba menghasilkan getaran-getaran dahsyat dan itulah gelombang bunyi, gelombang tekanan bervariasi yang merambat melalui udara. Alhasil, terdengarlah bunyi halilintar atau guruh.

Guruh atau petir berjalan dengan kecepatan bunyi, tetapi cahaya berjalan hampir sejuta kali lebih cepat dibandingkan bunyi. Sebab itu, terlihat sambaran kilat hampir dalam sekejap dan tidak langsung terdengar bunyi sang halilintar hingga bunyinya tiba di telinga kita. Bunyi tidak selalu melaju dengan kecepatan yang sama. Itu tergantung pada medium perambatannya.

Gelombang bunyi memerlukan waktu lebih lama jika dilewatkan ke suatu zat dengan molekul-molekul yang saling berjauhan, seperti di udara. Bunyi merambat melalui udara dengan kecepatan 1.400 km/jam di permukaan laut dan pada temperatur kamar. Di air, molekul-molekul jauh lebih rapat, maka bunyi dapat merambat dengan akselerasi 5.300 km/jam. Sedang pada zat padat, misalnya baja, bunyi merambat dengan kecepatan 21.000 km/jam.

Bayangkan, ketika petir menyambar pohon kelapa dekat rumah Anda, yang terdengar paling kuat adalah bunyi menggelegar sangat keras, tajam, dan berfrekuensi tinggi. Namun apabila petir bersahut-sahutan di tempat yang jauh, hanya akan terdengar bunyi gemuruh berfrekuensi rendah. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bunyi frekuensi rendah merambat lebih jauh daripada bunyi frekuensi tinggi yang cenderung diserap lebih cepat selama perjalanan.

Itu sebabnya bunyi-bunyi frekuensi rendah dapat menempuh jarak lebih jauh daripada bunyi tajam petir yang berfrekuensi tinggi. Makin jauh kita dari sumber petir, makin rendah bunyi yang sampai ke telinga kita.

Gemuruh guruh tidak hanya bernada tinggi atau rendah, namun kombinasi keduanya. Itu karena kilat sendiri terjadi pada jarak yang berbeda-beda dari Anda. Pusat kilat mungkin sekian kilometer jauhnya dari tempat Anda, tetapi cabang-cabang besarnya juga merentang jauh sekali, maka setiap bagian pada kilat mempunyai jarak berbeda-beda dari Anda, makanya Anda mendengar bunyi-bunyi dengan beragam frekuensi.

Anda juga pasti pernah mendengar bunyi guruh yang bergulung-gulung, terkadang cukup panjang. Ada dua alasan untuk itu. Pertama, bunyi menempuh perjalanan dari jarak berbeda-beda antara pusat kilat dan cabang-cabangnya. Kedua, bunyi itu bergema di sepanjang perjalanan.

Sumber : KALO EINSTEIN LAGI CUKURAN NGOBROLIN APA YA ?
Penulis : ROBERT L. WOLKE
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama ( Januari 2005 )

sda|jm|02112012|22.31

SAYA INGIN PUNYA BOS GOBLOK

Suatu sore di minggu pertama Bulan Oktober 2012, teman saya telepon ke hp saya. Dia seorang pria rupawan dengan perawakan ideal. Tingginya 175 cm dengan berat badan 82 kg. Dia rajin workout hingga tampaklah bisep dan trisepnya, juga dadanya yang bidang. Karena wajahnya yang rupawan itulah, banyak wanita yang suka dengannya. Maklum, dia juga piawai dalam berbicara. Otaknya pun encer alias cerdas. Disamping itu, tongkrongannya juga okelah. Sebuah deskripsi sosok pria yang ideal, setidaknya itulah yang ada dalam benak saya. Umurnya belum tua bangetlah, baru 36 tahun. Tapi sayang…para wanita yang menyukainya pun harus kecewa karena dia sudah berkeluarga. Istrinya cantik. Punya usaha katering di Kawasan Rungkut, Surabaya. Saya kenal baik juga dengan istrinya. Anaknya dua, umur 10 dan 7 tahun. Dua-duanya lelaki. Secara finansial, jelas teman saya ini tidak kekurangan. Sebut saja namanya Rio.

“Aldo, Kamu lagi di kantor tah ? Tar sore jam empat datang ke kantorku ya !” pintanya. Saya melirik arloji, masih pukul 14.47 wib. Saya tanya dia, “Emang ada apaan, Bro ?” Dia bilang, saya gak boleh banyak tanya, pokoknya saya harus datang ke kantornya. Padahal jarak kantor kami berjauhan, apalagi kantor dia di Kawasan Ujung Surabaya. Tapi…gak masalah lah, dia teman baik saya dan dia juga sering bantu saya. Saya putuskan bahwa saya datang, tapi mungkin agak terlambat dari waktu yang dia minta.

Sekitar pukul 16.30 wib saya sampai di halaman kantornya. Ketika hendak melangkah ke arah lobi, tiba-tiba ada yang memanggil saya. Saya menengok ke arah datangnya suara, ternyata si Rio. Dia sudah menunggu di mobilnya. “Rese Kamu, Do. Jam segini baru datang !” Yaela…saya kan sudah bilang bakalan terlambat datangnya, toh cuma terlambat setengah jam. “Ya udah masuk ke mobil Kamu lagi deh, kita ke Sutos !” perintahnya pada saya. Wajahnya tampak kusut. Saya juga bingung. “Sebenarnya Kamu mau ngajak ke mana sech ?” tanya saya. Dia pukul lengan kanan saya, “Udah, kita iring-iringan ajah, biar nanti gak ada yang balik ke kantorku. Emang Kamu mau balik sini ambil mobil Kamu, Do ?”
“Yaaah…aneh bener neh orang, obatnya abis !” seloroh saya lirih. Dia hanya nyengir.

Pembaca, apa gak lagi korslet tuch orang. Kantor dia yang di Kawasan Ujung, ngajak ngobrol di Sutos. Jamnya orang pulang kerja lagi. Macet Brooo….. Tapi akhirnya kami sampai juga di Sutos. Tanpa konfirmasi ke dia, saya langsung masuk ke TLC, salahsatu kafe yang ada di Sutos. Dan tampaknya dia gak protes. “Kamu pesan sesukamu deu, aku yang bayar, ” katanya.
Saya jawab ajah, “Yo mestineee…..”
Singkat cerita, dia mulai curcol ke saya soal hubungan kerjanya dengan sang bos. Rio bekerja di sebuah perusahaan forwarding. Sudah enam tahun dia bekerja di situ. Setahun belakangan ini hubungan kerjanya dengan sang pimpinan agak kurang harmonis. “Dia itu sok pinter banget, padahal dia itu bukan orang lapangan, gak tahu kondisi lapangan. Aku kan sudah pengalaman, Do !” selorohnya emosional.
Intinya ternyata, sore itu dia kesal sama bosnya dan curcol habis-habisan pada saya. Duh…jadi rempong nek ! 🙂

Akhirnya dia berujar, “Aku pengen rasanya punya bos goblok. Udah gak perlu banyak tanya, gak keminter, ya yo ya yo ae. Pokoknya dia terima beres lah. Tinggal tandatangan ajah !” Mendengar keinginan Rio, saya jadi menerawang betapa banyak orang yang menginginkan bekerja dengan orang lain yang lebih goblok daripada mereka. Bahkan saya pernah baca sebuah status di Facebook yang mengatakan “Bos boleh goblok, tapi staf harus pintar.” OMG…kalau menurut saya ini sebuah pemikiran jangka pendek saja ! Untuk jangka panjang, jelaslah kepintaran / kepandaian sang karyawan akan sia-sia. Mari kita telaah satu persatu.

Pertama, bos adalah seorang pemimpin perusahaan. Segala aktivitas yang berkorelasi dengan bisnis perusahaan pasti melibatkan sang pemimpin. Di sini peran sang pemimpin sangat penting. Dia sebagai decision maker.
Kalau bos goblok gimana donk ?

Kedua, bos sebagai konselor. Apa Anda yakin sebagai karyawan, kondisi psikis maupun fisik Anda selalu prima ? Ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan oleh perusahaan atas kinerja Anda, misalnya target tidak tercapai, Anda sering atau beberapa kali masuk terlambat, dan sebagainya, pasti ada penilaian dari perusahaan bukan ? Bos yang pintar, umumnya tidak langsung memvonis bahwa kinerja Anda buruk ! Bos akan menganalisa apa penyebabnya. Biasanya Anda dipanggil ke ruangan dia untuk diinterviu permasalahan yang terjadi. Dan umumnya bos yang pintar akan memanggil stafnya ke ruangannya supaya staf tersebut bebas menceritakan masalahnya kepada si bos sebab di ruangan itu hanya ada bos dan stafnya.
Kalau bos goblok gimana donk ?

Ketiga, bos sebagai rekan kerja tim. Ketika seorang karyawan membuat proposal agenda perusahaan, misalnya proposal promo sebuah produk, proposal reward untuk para pelanggan, proposal pengajuan uang operasional,, dan sebagainya…kemanakah para karyawan itu mengajukannya ? Tentu kepada si bos, bukan ? Bos yang pintar, tentu tidak asal menandatangani proposal-proposal tersebut, tapi dia akan berdiskusi dulu dengan stafnya. Dan para staf juga tidak perlu ada effort lebih untuk menjelaskan detail proposal mereka karena si bos sudah bisa menangkap / paham akan tujuan proposal-proposal tersebut. Mungkin dari kacamata karyawan, si bos terlalu bertele-tele dan banyak pertimbangan, tapi yakinlah sebenarnya tujuannya baik. Bagaimanapun jika ada berhasilnya dengan projek-projek tersebut, tentu yang senang karyawan dan si bos. Dan jika sebaliknya, tidak bisa seratus persen karyawan yang disalahkan. Mengapa ? Ya karena bos dan karyawan bekerja dalam satu tim alias teamwork.
Kalau bos goblok gimana donk ?

Keempat, bos sebagai motivator. Bos yang pintar umumnya mempunyai visi dan misi untuk kemajuan perusahaan. Tidak jarang para bos juga memiliki inovasi yang brilian manakala perusahaan membutuhkan sebuah keputusan darurat demi keberlangsungan roda bisnis perusahaan. Sepak terjang dan prestasi mereka yang layak diakui oleh manajemen perusahaan, menjadikan mereka pantas menduduki jabatan sebagai pemimpin. Nah, Anda sebagai karyawan apa tidak termotivasi untuk mengikuti jejak mereka ? Pasti Anda ingin jadi bos kan suatu saat ? Maka bersyukurlah jika Anda bekerja di lingkungan orang-orang pintar yang bisa memotivasi dan menginspirasi Anda untuk maju.
Kalau bos goblok gimana donk ?

Rio terdiam mendengar argumen saya itu. “Dapat ilmu dari setan mana Kamu ?” candanya. Saya jawab itu pengalaman saya manakala saya berada di lingkungan orang-orang pintar. Mereka memotivasi saya untuk terus belajar dan belajar. Kemudian saya berkata kepadanya, “Rio, jika Kamu ingin bekerja pada seorang bos yang goblok, sedang Kamu itu karyawan yang pintar, apa Kamu tidak menyia-nyiakan kepintaranmu ? Apa suatu saat Kamu tidak akan berkata seperti ini, ‘Ah…percuma, bosku orang goblok, apa pun yang aku lakukan untuk kemajuan perusahaan, dia gak peduli karena dia memang goblok !’. Coba Kamu pikirkan !”

Rio menerawang dan tak memberikan jawaban apa pun. Sedang saya asyik melahap Pink Salmon plus kentang lembut ditaburi keju di atasnya. Aaahhh…enak sekali, apalagi yang bayarin Rio….. 😀

sda|sn|29102012|23.12

TULISAN PERTAMA SAYA

Sobat…

Ini adalah tulisan pertama saya di WordPress.com sehari setelah Peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012.

Salam kenal semuanya. 🙂

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!