SAYA TIDAK TERIKAT WAKTU

by ALDO ARESSA

Sabtu siang, 10 November 2012, sekitar pukul 14.10 wib saya ketemuan sama dua teman yang malam sebelumnya telah android saya. Saya bertemu mereka di Java Moccha TP Surabaya. Mereka berdua adalah pria-pria dinamis yang memandang hidup sebagai sebuah pengalaman yang menantang dan mengasyikkan. Sebut saja nama mereka Bram dan Lucky. “Wew…makin guaantheng ae Cak Aldo iki. Onok proyek opo saiki ? Ada syuting tah ?” tanya Bram. Saya menggeleng dan langsung memanggil pelayannya. “Siang Pak, koq sudah lama gak ke sini ?” sapa sang pelayan ramah. Kontan si Bram menyahut, “Loh, koq sudah kenal ?” Sang pelayan mengatakan bahwa saya sering datang ke kafe ini, “dan yang jelas dandanan Pak Aldo ini beda,” lanjut sang pelayan. Kami bertiga tertawa. Kemudian saya pesan menu favorit saya, yaitu kue resoles dan minuman dingin Banana Coffee. Saya lihat menu Bram adalah Sop Buntut dan minuman Ice Coffee, sedang si Lucky hanya pesan pancake dan fruitpunch.

Sebenarnya saya kenal mereka dari tempat bekerja saya, IST, sebuah perusahaan telekomunikasi ternama di negeri ini. Mereka adalah para klien yang saya tangani ketika saya bekerja sebagai Sales Supervisor di IST Balikpapan. Ya, saya mengenal mereka di Balikpapan. Bram menjabat sebagai Branch Manager sebuah perusahaan asuransi keuangan di Balikpapan, sedang Lucky adalah seorang staf IT di sebuah perusahaan konsultasi IT, juga di Balikpapan. Ceritanya mereka ke Surabaya ini karena cuti, jadi pengen liburan saja. Dan karena kami sudah akrab, maka si Bram android saya mengajak ketemuan. “Wah, Aldo…Lu sekarang sudah plong donk, dah balik lagi ke kota asal,” komentar Lucky. “Ya, tentu saya senang. Saya balik ke sini Hari Minggu, tanggal 17 Mei 2009,” timpal saya tertawa.
“Weee…ini neh yang gue suka dari Aldo, memorinya itu loh, Man !” Lucky berkelakar. Lucky memang asli orang Jakarta, makanya dia kalau bicara pakai bahasa lu-gue.

Lalu Lucky melanjutkan, “Gue pengen kayak Lu. Bisa balik ke kota asal ( Jakarta, red ) lagi, ketemu ma bini dan anak gue.”
“Nah, katamu sedang liburan, terus ngapain ke Surabaya, koq gak ke Jakarta ?” tanya saya. “Itu masalahnya Man, di sini bukan liburan murni. Minggu besok gue harus ke PIER, ada ketemu sama klien perusahaan. Bayangin, udah dua bulan gue gak ke Jakarta !” Kemudian saya teruskan pertanyaan saya, sampai kapan dia di Surabaya. “Sampai Selasa. Gue harus bolak balik Surabaya – Pasuruan,” jawabnya tak bersemangat. Bram yang sedari tadi cuma mendengarkan pembicaraan kami, menepuk pundak Lucky. “Itu mah biasa Bro, namanya juga orang kerja.” seloroh Bram. “Yap, aku setuju. Mestinya Kamu bersyukur Ky. Itu artinya Dirimu masih dibutuhkan sama perusahaan. Sementara banyak loh di luaran sana, orang-orang yang belum mendapatkan pekerjaan !” sahut saya.
“Iye…gue tau, tapi gue kan jadinya terikat waktu !” balas Lucky. “Maksud Kamu ?” tanya saya penasaran. Selanjutnya Lucky menjelaskan kalau dia masih menjadi karyawan, maka kehidupan dia tidak akan bebas semaunya. Selalu diperintah dan terikat waktu. Menurutnya, dia lebih suka bekerja dengan pemikiran yang penting produktivitas oke, waktu bebas lah, apalagi jika pekerjaan itu bisa dikerjakan di rumah. “Gue pengen jadi pengusaha. Gak terikat waktu, gak diperintah orang lain. Kapan pun gue mau kerja, ya kerja. Gue mau pulang, ya pulang,” katanya sembari membentangkan kedua tangannya. Weleh…weleh…weleh…distres neh orang ! Sesaat kemudian menu pesanan saya datang. Tiga resoles yang ukurannya jumbo dan Ice Banana Coffee. Saya tawarkan kepada mereka dan Bram mengambil satu resoles. Kemudian kami lanjutkan pembicaraan kami, terutama tentang topik keinginan si Lucky yang pengen jadi pengusaha alias enterpreneur…..

Kawan, apa benar jika sudah menjadi pengusaha atau enterpreneur tidak akan terikat waktu dan tidak akan diperintah oleh orang lain ? Mari kita telaah satu persatu.

1. Semuanya serba teratur. Alam diciptakan Tuhan dengan segala keteraturan yang ada. Termasuk di dalamnya soal waktu. Bintang-bintang dan planet-planet mengorbit pada lintasannya masing-masing dan sesuai dengan waktunya masing-masing. Bumi berotasi dalam sehari adalah 24 jam. Bumi berevolusi mengelilingi matahari dalam setahun rata-rata 365 hari. Saat kejadian gerhana matahari atau gerhana bulan, semuanya sudah ditetapkan waktunya. Coba bayangkan kalau seandainya alam semesta ini tidak diatur Tuhan dengan memperhitungkan waktunya masing-masing, kacau balau jadinya.
Nah, sekarang jika Anda menjadi seorang pengusaha, apa yakin Anda tidak terikat waktu untuk menjalankan roda bisnis Anda ? Untuk menaikkan omzet / pendapatan usaha, Anda harus bekerjasama dengan pihak lain, bukan ? Rapat membahas kerjasama Anda, saat kerjasama tersebut harus ditindaklanjuti, kemudian ada target waktu dan pendapatan, yang pada akhirnya ada waktu untuk mengevaluasi kerjasama tersebut. Bukankah semua itu berkorelasi dengan waktu ?
Jadi, gimana donk kalau Anda berpikir seorang pengusaha tidak terikat waktu ?

2. Di dunia ini ada dua tindakan…me- ( aktif ) dan di- ( pasif ).
Sebagai seorang pengusaha, tentunya Anda ingin mendapatkan penghasilan dan keuntungan dari produk yang Anda jual, bukan ? Anda melakukan promosi agar orang tertarik dan membeli produk Anda. Bahkan untuk meningkatkan kepercayaan orang akan produk dan mengulangi membeli produk tersebut, ada pengusaha yang membuat manuver-manuver / inovasi atas produk mereka. Ini semua mereka lakukan agar konsumen puas dengan produk yang dibeli. Artinya apa ? Tetap seorang pengusaha menerima ‘perintah’ dari konsumen, kan ? Ada kalanya kita memerintah, ada kalanya kita diperintah. Saat ini, saya dan kedua teman saya, bertindak sebagai orang yang ‘memerintah’ karena kami konsumen kafe tersebut. Namun, di saat lain kamilah yang ‘diperintah’ oleh konsumen karena kami sebagai penyedia barang / jasa yang dibutuhkan konsumen.
Jadi, meski Anda sebagai pengusaha yang memiliki karyawan, Anda tetap diperintah oleh orang lain, dalam hal ini konsumen dan permintaan pasar atas produk Anda.
Gimana donk kalau pengusaha tidak mau diperintah orang lain ?

3. Kredibilitas. Jika Anda menjadi seorang pengusaha, Anda pasti ingin mendapatkan kredibilitas dari pengguna produk Anda, kan ? Ada banyak hal yang membuat kredibilitas seseorang -termasuk pengusaha- diakui oleh konsumennya. Salahduanya adalah disiplin -termasuk soal waktu- dan kesanggupan pengusaha untuk memenuhi permintaan konsumen / pasar atas produk-produk mereka.

Jadi Kawan, apa pun profesi dan pekerjaan kita, tetaplah kita membutuhkan waktu alias terikat waktu untuk menjalankannya. Karena waktu jualah ( baca : disiplin ) yang membuat seseorang dipercaya rekan kerjanya. Dan tidak seorang pun dari profesi atau pekerjaan apa pun, yang terbebas dari perintah orang lain / permintaan pasar atas produk kita. Karena dengan adanya permintaan yang notabene adalah ‘perintah’ atas produk yang dijual oleh seorang pengusaha / karyawan / profesional, maka berbahagialah bahwa keberadaan Anda ( pengusaha / karyawan / profesional ) masih dibutuhkan dan dipercaya oleh rekan bisnis ( baca : konsumen ) Anda.
Jangan selalu diasumsikan bahwa kata ‘perintah’ berkonotasi “bossy”.

Bram tersenyum melihat saya berbicara. Saya melirik ke dia, “Kenapa, Bram ?” Dia mengangkat kedua jempol tangannya. Sementara Lucky menatap saya dan berkata, “Aldo…Aldo…Lu emang pas jadi motivator !”
Amien…itu yang sedang saya lakukan sekarang. Itu salahsatu mimpi saya. 😀
Saya pun meminum Ice Banana Coffee sampai habis tanpa jedah. Kerongkongan saya kering, Bro…..

sda|sn|12112012|02.58

Iklan