ALDO ARESSA

MIMPI…YAKIN…DOA…AKSI…..

Month: Oktober, 2012

SAYA INGIN PUNYA BOS GOBLOK

Suatu sore di minggu pertama Bulan Oktober 2012, teman saya telepon ke hp saya. Dia seorang pria rupawan dengan perawakan ideal. Tingginya 175 cm dengan berat badan 82 kg. Dia rajin workout hingga tampaklah bisep dan trisepnya, juga dadanya yang bidang. Karena wajahnya yang rupawan itulah, banyak wanita yang suka dengannya. Maklum, dia juga piawai dalam berbicara. Otaknya pun encer alias cerdas. Disamping itu, tongkrongannya juga okelah. Sebuah deskripsi sosok pria yang ideal, setidaknya itulah yang ada dalam benak saya. Umurnya belum tua bangetlah, baru 36 tahun. Tapi sayang…para wanita yang menyukainya pun harus kecewa karena dia sudah berkeluarga. Istrinya cantik. Punya usaha katering di Kawasan Rungkut, Surabaya. Saya kenal baik juga dengan istrinya. Anaknya dua, umur 10 dan 7 tahun. Dua-duanya lelaki. Secara finansial, jelas teman saya ini tidak kekurangan. Sebut saja namanya Rio.

“Aldo, Kamu lagi di kantor tah ? Tar sore jam empat datang ke kantorku ya !” pintanya. Saya melirik arloji, masih pukul 14.47 wib. Saya tanya dia, “Emang ada apaan, Bro ?” Dia bilang, saya gak boleh banyak tanya, pokoknya saya harus datang ke kantornya. Padahal jarak kantor kami berjauhan, apalagi kantor dia di Kawasan Ujung Surabaya. Tapi…gak masalah lah, dia teman baik saya dan dia juga sering bantu saya. Saya putuskan bahwa saya datang, tapi mungkin agak terlambat dari waktu yang dia minta.

Sekitar pukul 16.30 wib saya sampai di halaman kantornya. Ketika hendak melangkah ke arah lobi, tiba-tiba ada yang memanggil saya. Saya menengok ke arah datangnya suara, ternyata si Rio. Dia sudah menunggu di mobilnya. “Rese Kamu, Do. Jam segini baru datang !” Yaela…saya kan sudah bilang bakalan terlambat datangnya, toh cuma terlambat setengah jam. “Ya udah masuk ke mobil Kamu lagi deh, kita ke Sutos !” perintahnya pada saya. Wajahnya tampak kusut. Saya juga bingung. “Sebenarnya Kamu mau ngajak ke mana sech ?” tanya saya. Dia pukul lengan kanan saya, “Udah, kita iring-iringan ajah, biar nanti gak ada yang balik ke kantorku. Emang Kamu mau balik sini ambil mobil Kamu, Do ?”
“Yaaah…aneh bener neh orang, obatnya abis !” seloroh saya lirih. Dia hanya nyengir.

Pembaca, apa gak lagi korslet tuch orang. Kantor dia yang di Kawasan Ujung, ngajak ngobrol di Sutos. Jamnya orang pulang kerja lagi. Macet Brooo….. Tapi akhirnya kami sampai juga di Sutos. Tanpa konfirmasi ke dia, saya langsung masuk ke TLC, salahsatu kafe yang ada di Sutos. Dan tampaknya dia gak protes. “Kamu pesan sesukamu deu, aku yang bayar, ” katanya.
Saya jawab ajah, “Yo mestineee…..”
Singkat cerita, dia mulai curcol ke saya soal hubungan kerjanya dengan sang bos. Rio bekerja di sebuah perusahaan forwarding. Sudah enam tahun dia bekerja di situ. Setahun belakangan ini hubungan kerjanya dengan sang pimpinan agak kurang harmonis. “Dia itu sok pinter banget, padahal dia itu bukan orang lapangan, gak tahu kondisi lapangan. Aku kan sudah pengalaman, Do !” selorohnya emosional.
Intinya ternyata, sore itu dia kesal sama bosnya dan curcol habis-habisan pada saya. Duh…jadi rempong nek ! 🙂

Akhirnya dia berujar, “Aku pengen rasanya punya bos goblok. Udah gak perlu banyak tanya, gak keminter, ya yo ya yo ae. Pokoknya dia terima beres lah. Tinggal tandatangan ajah !” Mendengar keinginan Rio, saya jadi menerawang betapa banyak orang yang menginginkan bekerja dengan orang lain yang lebih goblok daripada mereka. Bahkan saya pernah baca sebuah status di Facebook yang mengatakan “Bos boleh goblok, tapi staf harus pintar.” OMG…kalau menurut saya ini sebuah pemikiran jangka pendek saja ! Untuk jangka panjang, jelaslah kepintaran / kepandaian sang karyawan akan sia-sia. Mari kita telaah satu persatu.

Pertama, bos adalah seorang pemimpin perusahaan. Segala aktivitas yang berkorelasi dengan bisnis perusahaan pasti melibatkan sang pemimpin. Di sini peran sang pemimpin sangat penting. Dia sebagai decision maker.
Kalau bos goblok gimana donk ?

Kedua, bos sebagai konselor. Apa Anda yakin sebagai karyawan, kondisi psikis maupun fisik Anda selalu prima ? Ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan oleh perusahaan atas kinerja Anda, misalnya target tidak tercapai, Anda sering atau beberapa kali masuk terlambat, dan sebagainya, pasti ada penilaian dari perusahaan bukan ? Bos yang pintar, umumnya tidak langsung memvonis bahwa kinerja Anda buruk ! Bos akan menganalisa apa penyebabnya. Biasanya Anda dipanggil ke ruangan dia untuk diinterviu permasalahan yang terjadi. Dan umumnya bos yang pintar akan memanggil stafnya ke ruangannya supaya staf tersebut bebas menceritakan masalahnya kepada si bos sebab di ruangan itu hanya ada bos dan stafnya.
Kalau bos goblok gimana donk ?

Ketiga, bos sebagai rekan kerja tim. Ketika seorang karyawan membuat proposal agenda perusahaan, misalnya proposal promo sebuah produk, proposal reward untuk para pelanggan, proposal pengajuan uang operasional,, dan sebagainya…kemanakah para karyawan itu mengajukannya ? Tentu kepada si bos, bukan ? Bos yang pintar, tentu tidak asal menandatangani proposal-proposal tersebut, tapi dia akan berdiskusi dulu dengan stafnya. Dan para staf juga tidak perlu ada effort lebih untuk menjelaskan detail proposal mereka karena si bos sudah bisa menangkap / paham akan tujuan proposal-proposal tersebut. Mungkin dari kacamata karyawan, si bos terlalu bertele-tele dan banyak pertimbangan, tapi yakinlah sebenarnya tujuannya baik. Bagaimanapun jika ada berhasilnya dengan projek-projek tersebut, tentu yang senang karyawan dan si bos. Dan jika sebaliknya, tidak bisa seratus persen karyawan yang disalahkan. Mengapa ? Ya karena bos dan karyawan bekerja dalam satu tim alias teamwork.
Kalau bos goblok gimana donk ?

Keempat, bos sebagai motivator. Bos yang pintar umumnya mempunyai visi dan misi untuk kemajuan perusahaan. Tidak jarang para bos juga memiliki inovasi yang brilian manakala perusahaan membutuhkan sebuah keputusan darurat demi keberlangsungan roda bisnis perusahaan. Sepak terjang dan prestasi mereka yang layak diakui oleh manajemen perusahaan, menjadikan mereka pantas menduduki jabatan sebagai pemimpin. Nah, Anda sebagai karyawan apa tidak termotivasi untuk mengikuti jejak mereka ? Pasti Anda ingin jadi bos kan suatu saat ? Maka bersyukurlah jika Anda bekerja di lingkungan orang-orang pintar yang bisa memotivasi dan menginspirasi Anda untuk maju.
Kalau bos goblok gimana donk ?

Rio terdiam mendengar argumen saya itu. “Dapat ilmu dari setan mana Kamu ?” candanya. Saya jawab itu pengalaman saya manakala saya berada di lingkungan orang-orang pintar. Mereka memotivasi saya untuk terus belajar dan belajar. Kemudian saya berkata kepadanya, “Rio, jika Kamu ingin bekerja pada seorang bos yang goblok, sedang Kamu itu karyawan yang pintar, apa Kamu tidak menyia-nyiakan kepintaranmu ? Apa suatu saat Kamu tidak akan berkata seperti ini, ‘Ah…percuma, bosku orang goblok, apa pun yang aku lakukan untuk kemajuan perusahaan, dia gak peduli karena dia memang goblok !’. Coba Kamu pikirkan !”

Rio menerawang dan tak memberikan jawaban apa pun. Sedang saya asyik melahap Pink Salmon plus kentang lembut ditaburi keju di atasnya. Aaahhh…enak sekali, apalagi yang bayarin Rio….. 😀

sda|sn|29102012|23.12

TULISAN PERTAMA SAYA

Sobat…

Ini adalah tulisan pertama saya di WordPress.com sehari setelah Peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012.

Salam kenal semuanya. 🙂

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!